Menurut
seorang pakar ekologi yaitu Bronfenbrener menyatakan bahwa anak
adalah salah sebuah unsur dalam lingkungan. Hal tersebut ditinjau dari sudut
pandang dalam perpsektif ekologi, karena seorang anak dipengaruhi oleh
lingkungan fisik dan sosial yang langsung yaitu orangtua, saudara, sekolah,
kemudian lingkungan luar lain yang lebih luas seperti tetangga, teman orangtua
dan lainnya. Teori tersebut tertuang dalam suatu model yang dikenal dengan An Ecological Model of Child Development
yang menjelaskan interaksi antar lingkungan dengan anak, sebagai hasil
interaksi lingkungan mikro, meso, ekso, dan makro (Berns 1997).
Teori ekologi keluarga bersinggungan erat dengan teori sistem umum dan
teori ekologi manusia. Oleh karenanya dalam pembangunan teori ekologi keluarga
diawali dengan mendeskripsikan konsep utama pada masing-masing teori, sebagai
konsep sementara ”temporary conceptual” untuk membangun teori ekologi
keluarga. Bubolz dan Sontag (1993) menyajikan perbandingan ”ruang lingkup
sementara” dari konsep sistem umum, ekologi manusia, dan ekologi keluarga.
Pandangan
ekologi dapat digunakan untuk memahami hubungan individu didalam keluarga dan
bagaimana keduanya saling memperngaruhi, artinya individu dalam memberi
pengaruh dan menerima pengaruh dari anggotra keluarga lainnya, indivudu bukan person yang pasif akan tetapi aktif dalam
lingkungannya. Sebagaimana dikeumukan Zastrow (1999 : 1) sebagai berikut, “An ecological model gives attention to both
internal and external factors. It does not view people as passive reactors to
theirs environments but rather as being inveloved in dynamic and reciprocal
interactions with them”.
Menurut
pandangan ekologi, hubungan anak dan keluarga dapat saling mempengaruhi anak
sebagai individu dapat dipengaruhi dan mempengaruhi keluarga sebagai
lingkungannya. Pandangan ekologi memiliki fakus pada sistem lingkungan dan
menggambarkan bagaimana sistem tersebut berintm individu dan keluarga.eraksi
dan mempengaruhi manusia, memberikan pandangan yang lebih spesifik mengenai
dunia, cenderung lebih menekankan pada sistem individu dan keluarga.
Bubolz dan Sontag (1993)
dijadikan dasar pembangunan teori ekologi keluarga dengan mengelompokkannya
kedalam tiga kategori yaitu struktur ekosistem keluarga, proses ekosistem
keluarga, dan outcome keluarga (level mikro dan makro) yang
secara komprehensif digambarkan keterkaitannya. Stuktur ekosistem keluarga
terdiri dari: (1) keluarga dengan beragam karakteristiknya seperti struktur
keluarga (utuh vs cerai), etnik, tahap perkembangan kehidupan keluarga, dan
status sosial ekonomi; (2) atribut individu dan keluarga yang meliputi
sumberdaya, tujuan, nilai, dan kebutuhan; serta (3) lingkungan alam,
sosial-budaya, dan lingkungan yang dibangun manusia. Keluarga dengan beragam
karakteristiknya melakukan transformasi energi, materi dan informasi, serta
melakukan adaptasi melalui aktivitas persepsi, organisasi, komunikasi,
pengambilan keputusan, manajemen, penggunaan teknologi, pemeliharaan sistem
serta perkembangan manusia, untuk meraih kehidupan individu dan lingkungan yang
lestari dan berkualitas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar