SATU tidak berobsesi menjadi nomor satu dan terdepan, tetapi SATU adalah salah satu lembaga yang menjadi alternatif untuk anak-anak memiliki ruang untuk berkembang

Rabu, 19 Desember 2012

Perspektif Ekologis Keluarga


Menurut seorang pakar ekologi   yaitu Bronfenbrener menyatakan bahwa anak adalah salah sebuah unsur dalam lingkungan. Hal tersebut ditinjau dari sudut pandang dalam perpsektif ekologi, karena seorang anak dipengaruhi oleh lingkungan fisik dan sosial yang langsung yaitu orangtua, saudara, sekolah, kemudian lingkungan luar lain yang lebih luas seperti tetangga, teman orangtua dan lainnya. Teori tersebut tertuang dalam suatu model yang dikenal dengan An Ecological Model of Child Development yang menjelaskan interaksi antar lingkungan dengan anak, sebagai hasil interaksi lingkungan mikro, meso, ekso, dan makro (Berns 1997).
Teori ekologi keluarga bersinggungan erat dengan teori sistem umum dan teori ekologi manusia. Oleh karenanya dalam pembangunan teori ekologi keluarga diawali dengan mendeskripsikan konsep utama pada masing-masing teori, sebagai konsep sementara ”temporary conceptual” untuk membangun teori ekologi keluarga. Bubolz dan Sontag (1993) menyajikan perbandingan ”ruang lingkup sementara” dari konsep sistem umum, ekologi manusia, dan ekologi keluarga.
Pandangan ekologi dapat digunakan untuk memahami hubungan individu didalam keluarga dan bagaimana keduanya saling memperngaruhi, artinya individu dalam memberi pengaruh dan menerima pengaruh dari anggotra keluarga lainnya, indivudu bukan person  yang pasif akan tetapi aktif dalam lingkungannya. Sebagaimana dikeumukan Zastrow (1999 : 1) sebagai berikut, “An ecological model gives attention to both internal and external factors. It does not view people as passive reactors to theirs environments but rather as being inveloved in dynamic and reciprocal interactions with them”.
Menurut pandangan ekologi, hubungan anak dan keluarga dapat saling mempengaruhi anak sebagai individu dapat dipengaruhi dan mempengaruhi keluarga sebagai lingkungannya. Pandangan ekologi memiliki fakus pada sistem lingkungan dan menggambarkan bagaimana sistem tersebut berintm individu dan keluarga.eraksi dan mempengaruhi manusia, memberikan pandangan yang lebih spesifik mengenai dunia, cenderung lebih menekankan pada sistem individu dan keluarga.
Bubolz dan Sontag (1993) dijadikan dasar pembangunan teori ekologi keluarga dengan mengelompokkannya kedalam tiga kategori yaitu struktur ekosistem keluarga, proses ekosistem keluarga, dan outcome keluarga (level mikro dan makro) yang secara komprehensif digambarkan keterkaitannya. Stuktur ekosistem keluarga terdiri dari: (1) keluarga dengan beragam karakteristiknya seperti struktur keluarga (utuh vs cerai), etnik, tahap perkembangan kehidupan keluarga, dan status sosial ekonomi; (2) atribut individu dan keluarga yang meliputi sumberdaya, tujuan, nilai, dan kebutuhan; serta (3) lingkungan alam, sosial-budaya, dan lingkungan yang dibangun manusia. Keluarga dengan beragam karakteristiknya melakukan transformasi energi, materi dan informasi, serta melakukan adaptasi melalui aktivitas persepsi, organisasi, komunikasi, pengambilan keputusan, manajemen, penggunaan teknologi, pemeliharaan sistem serta perkembangan manusia, untuk meraih kehidupan individu dan lingkungan yang lestari dan berkualitas. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar