SATU tidak berobsesi menjadi nomor satu dan terdepan, tetapi SATU adalah salah satu lembaga yang menjadi alternatif untuk anak-anak memiliki ruang untuk berkembang

CLC Program



at'
Children Learning Centre

Anak-anak merupakan generasi bangsa yang akan datang, kehidupan anak-anak merupakan cermin kehidupan bangsa dan negara. Kehidupan anak-anak yang diwarnai dengan keceriaan merupakan cermin suatu negara memberikan jaminan kepada anak-anak untuk dapat hidup berkembang sesuai dengan dunia anak-anak itu sendiri, sedangkan kehidupan anak-anak yang diwarnai dengan rasa ketakutan, traumatik, sehingga tidak dapat mengembangkan psiko-sosial anak. Di sisi lain masa anak-anak merupakan masa yang sangat menentukan untuk terbentuknya kepribadian seseorang.

Anak yang tidak dapat melanjutkan pendidikan atau anak yang tidak berkesempatan melaksanakan pendidikan sering kali menjadi sasaran orang yang tidak bertenggung jawab. Dari uraian-uraian diatas, banyak permasalahan-permasalahan yang muncul seperti pelecehan, pekerja anak dan perdagangan anak (trafiking). Secara kasat mata saja kita sudah bisa melihat dampak langsung dari begitu besarnya angka putus sekolah di Indonesia. Pengamen cilik dan usia remaja kini bergentayangan di seluruh wilayah negeri ini. Bayangkan, 8 juta remaja yang masih labil dan mencari identitas diri terpaksa putus sekolah; terpaksa meninggalkan teman-temannya yang masih terus bersekolah dan terpaksa menelan kenyataan pahit sebagai manusia yang gagal dan tereliminasi. Anak-anak yang hidup di jalanan itu juga sangat potensial disalahgunakan oleh kejahatan yang terorganisasi. Tekanan untuk bertahan hidup dan godaan untuk hidup mewah adalah dua titik lemah para remaja yang masih labil itu, sehingga mereka bisa dibujuk dengan gampang untuk melakukan tindak kriminal. Pola, siklus atau lingkaran kehidupan seperti inilah yang terus menerus terjadi. akibatnya orang miskin tetap miskin. bahkan terus bertambah. Pencerdasan bangsa adalah jawabannya.

Menurut catatan Komnas Perlindungan Anak, pada tahun 2008 sekitar 155.965 anak Indonesia hidup di jalanan. Sementara pekerja di bawah umur sekitar 2,1 juta jiwa. Anak-anak tersebut sangat rawan menjadi sasaran perdagangan anak. Sementara untuk 2009 di kota Bandung, Dinas Sosial memprediksi jumlah anak jalanan mencapai 8.000 orang lebih. Namun, berdasarkan pemantauan Dinas Sosial 90% dari anak jalanan bukanlah penduduk asli Bandung. Sebagian besar adalah pendatang.

Inilah potret buram dunia pendidikan Indonesia hari ini. Kalau ternyata kita tiba-tiba diliputi rasa bersalah, prihatin dan cemas setelah melihat potret jelek itu, beryukurlah, ternyata kita masih normal dan memiliki moral yang tinggi. Dan bersyukurlah, karena bukan kita atau kerabat dekat kita yang hari ini terpaksa putus sekolah. Maka diperlukan wadah sebagai tempat berlangsungnya kegiatan sehingga anak tidak mampu, anak jalanan ataupun anak rawan dapat tumbuh kembang secara wajar dan produktif.

Beberapa pernyataan diatas cukup mewakili mengapa komunitas SATU ini dibentuk  SATU adalah sebuah kumpulan orang-orang muda yang mempunyai pemikiran dan rasa sosial yang tinggi. Berusaha bekerja dengan hati, bersikap jujur dan melaksanakan amanat.


Children Learning Centre adalah sebuah program yang dirancang guna membantu anak-anak dan keluarga yang berada dalam pemukiman kumuh, rawan dan memerlukan bantuan. Program ini akan menjadi pilot project dimana orang-orang muda yang terlibat didalamnya akan berpartisipasi langsung secara aktif sebagai sukarelawan guna merubah pola fikir orang tua terhadap hak-hak anak.
Fokus program ini adalah dengan mendirikan sebuah shelter/ tempat pembelajaran yang mampu diakses sebagai tempat perlindungan anak. Didalamnya telah dirancang berbagai program pembelajaran dan keterampilan untuk anak-anak serta beberapa penyuluhan dan keterampilan untuk orang tuanya serta mengadakan penanganan kasus.

Fokus lokasi saat ini adalah Ciroyom. Daerah ini terletak dibagian utara Bandung, mempunyai karakteristik wilayah padat penduduk dengan lingkungan yang kumuh karena dilintasi sepanjang rel kereta api dan pasar. Selain itu juga disinyalir :
1.     Banyak anak-anak yang menjadi anak jalanan dengan aktifitas ngamen, minta-minta dan ngelem.
2.      Anak rawan terhadap tindak kekerasan
3.      Anak rawan dipekerjakan
4.      Anak rawan melakukan tindak pidana/ kejahatan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar