Created By : Muhammad Mujib Faozi
Banyak
anak dibawah umur saat ini sudah mengenal rokok bahkan ada yang sudah menjadi
pecandu rokok. Tak dapat dipungkiri hal ini sudah menjadi wajah dari masa depan
Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah dari orang tua, tatkala orang tua
yaitu bapaknya juga menjadi pecandu rokok, secara tidak langsung anak akan
melihat apa yang dilakukan orang tuanya apalagi sering disuruh membelikan rokok
diwarung. Berawal dari penasaran, coba-coba terus akhirnya menikmati dan
menjadi perokok, meski belum aktif.
Maka
disini orang tua jangan menyalahkan pihak anak yang mengenal bahkan mencoba
rokok. Akan tetapi orang tua dan lingkungannya merupakan faktor yang
mempengaruhi penyebab anak menjadi perokok dikarenakan melihat mereka merokok.
Sehingga secara tidak langsung anak akan meniru/mencontoh mereka, bahkan
akhirnya anak-anak akan menjadi pecandu rokok. Dengan melihat atau
mencontoh orang lain apalagi orang terdekat yang menjadi pecandu rokok tentunya
sangat berpengaruh terhadap anak-anak sehingga mereka akan tertarik untuk
menirunya. Berawal dari rasa penasaran, tertarik, dan ingin mencoba hingga
akhirnya menjadi ketagihan untuk mengulanginya. Kurangnya perhatian orang tua
terhadap anak akan nasehat, teguran ataupun larangan membuat anak semakin
merasa bebas untuk melakukannya. Apalagi anak tidak mempunyai pengetahuan akan
bahaya dari pecandu rokok bagi diri maupun orang lain.
Indonesia
merupakan daerah tropis dengan SDM yang melimpah sehingga sebagian wilayah Indonesia
merupakan penghasil tembakau yang banyak menanam tembakau dari sekedar untuk
dikonsumsi sendiri ataupun di jual kembali. Begitu mudahnya akses untuk
mendapatkan bahan rokok, sehingga peredarannya semakin luas. Hal ini disebabkan
masih banyaknya kawasan Indonesia yang mudah menjajakan tembakau, bahan baku
rokok. Tidak hanya itu saja adanya pabrik-pabrik rokok yang memproduksi rokok
secara besar-besaran semakin menambah kemudahan orang untuk mendapatkan rokok
dimanapun, dari yang dijual eceran sampai yang partai besar.
Adanya
anggapan bahwa dengan merokok itu dapat mengurangi rasa tertekan, membuat
konsentrasi, dapat merasa tenang, merasa keren dan jantan. Padahal tanpa mereka
sadari bahwa ternyata dalam batang rokok itu mengandung berbagai zat yang
berbahaya dan dapat merugikan kesehatan tubuh bagi si perokok maupun yang
menghirup asap rokok tersebut. Yang mereka rasakan hanya ketika merokok adalah
dapat mengurangi beban pikiran tanpa menghiraukan dampak dan resikonya.
Besarnya
kenaikan angka perokok anak dari tahun ketahun yang begitu meningkat pesat
menunjukkan bahwa dinegara ini tidak ada batasan usia bagi prokok dan juga
begitu mudahnya akses mendapatkan rokok dikalangan anak-anak. Serta mencontoh
orang-orang terdekat yang banyak merokok. Hal inilah yang menyebabkan sulitnya
anak untuk dilarang merokok.
Dari
hasil survey sekitar 70 juta anak Indonesia sudah menjadi pecandu rokok.
Berarti sebagian generasi penerus di negeri ini telah mengenal bahkan menjadi
perokok aktif. Sampai-sampai ada fatwa MUI mengenai haramnya rokok namun tidak
memiliki kekuatan hukum. Justru adanya fatwa tersebut bukannya menjadi solusi
kongkret untuk mencegah orang khususnya anak untuk tidak merokok bahkan fatwa
MUI mendapat tentangan dari berbagai pihak, termasuk petani tembakau.
Sedangkan
dikalangan remaja, 93, 9 % remaja sudah menjadi perokok dikarenakan dengan
melihat iklan rokok baik ditelevisi, acara-acara remaja, dan olah raga. Berarti
tidak hanya anak saja yang terserang oleh pecandu rokok tapi ternyata remajanya
juga.
Dari
uraian diatas tentunya dapat disampaikan beberapa solusi kongkret terkait
peredaran rokok/bahan rokok antara lain:
1.
Orang tua jangan
menyuruh putranya yang masih anak untuk membelikan rokok
2.
Orang tua atau orang
dewasa yang merokok jangan merokok didepan anak-anak atau ditempat sembarangan
3.
Toko/warung yang
menjual rokok tidak melayani pembeli rokok yang masih anak-anak.
4.
Iklan rokok di media
cetak, elektronik, sebaiknya diluar jam anak-anak saat menyaksikan.
5.
Sosialisasi tentang
bahaya merokok dikalangan pelajar.
6.
Untuk pemerintah
maupun swasta berbenah, mempersiapkan diri untuk mencarikan solusi terbaik
dalam mengatasi hal terkait rokok, sektor rokok dialihkan sektor lain yang
tentunya dapat diterima semua pihak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar